Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label 1999. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1999. Tampilkan semua postingan

The Sixth Sense


SINOPSIS
 The Sixth Sense cukup sederhana. Dr. Malcolm Crowe (Bruce Willis) adalah seorang psikiater spesialis anak yg sedang menangani Cole Sear (Haley Joel Osment), seorang anak sekitar 9 tahun yg gloomy, introvert, sarkastik yang kerap ketakutan plus dengan luka2 di tubuhnya, yg belakangan mengaku bisa melihat roh orang mati ("I see dead people," anyone? ^_^). Cole ingin Crowe "menyembuhkan" dirinya agar nggak usah bisa liat hantu lagi, sedangkan Crowe yg nggak percaya hal2 begituan mencoba menyembuhkan Cole secara psikis sesuai ilmu yang dikuasainya, tanpa sadar bahwa yang dikatakan Cole bukan sekadar halusinasi belaka. Itu saja intinya.


The Sixth Sense adalah film horor yang berhasil menanggalkan formula horor standar dengan pendekatan drama kemanusiaan yg kokoh, tapi juga tetap tidak menumpulkan unsur horornya. Itu saja sebenarnya sudah cukup untuk memuaskan gw sebagai penonton, seandainya tanpa twist endingnya pun, film ini bakal tetap jadi film yg bagus--inilah yg bikin gw terbuai sampe bisa hampir lupa sama spoiler yg dikasih tau sepupu gw itu, jadinya gw tetep kaget ^_^;. Gw nggak tau ada film lain lagi yg seperti ini, atau setidaknya sama berhasilnya, yang pasti inilah yang membuat The Sixth Sense istimewa. Gw suka dengan penataan adegannya yg punya atmosfer khas (mungkin mirip Hitchcock? entahlah), tampak sederhana, agak lambat tapi nggak kelamaan, ritmenya tepat, dan terkesan lebih mendalam, serta, di lain pihak, mencekam. Secara teknis pun, it's just looked right. Terus terang, gw suka dengan gaya penyutradaraan M. Night Shyamalan yang seperti ini, yg terus terbawa ke karya2 selanjutnya. Gw masih fine2 aja lho dengan gaya visualnya di karya Night yg lain, bahkan yg sekacrut Lady In The Water dan The Happening sekalipun, sayang yang terlihat justru gaya penulisan naskah beliau makin kesini nggak berkembang dan makin absurd. Biarpun begitu, itu tidak mengurangi respek gw kepada The Sixth Sense sebagai film crossover horor-drama yang sukses dan memang bagus, mungkin terbaik, serta masih dan masih jadi film yg akan punya tempat di hati gw. Top dah pokoknya.(http://ajirenji.blogspot.com/2010/05/movie-sixth-sense-1999.html)

The Blair Witch Project


Heather Donahue, Michael C. Williams dan Joshua Leonard berencana untuk membuat sebuah film dokumenter tentang legenda lokal “Blair Witch” di Burkittsville, Maryland. Untuk mendukung filmnya, Heather yang bisa dibilang berperan sebagai sutradara, tidak lupa menyertakan beberapa interview dengan penduduk setempat. Tentu saja cerita-cerita menyeramkan tentang hutan yang akan dituju oleh Heather dan kawan-kawannya tidak digubris, alih-alih menganggap kisah tentang penyihir dan seorang pembunuh sebagai sebuah peringatan, mereka anggap itu sebagai “pelengkap” kisah dokumenter dan lanjut pergi ke hutan di utara Burkittsville. Awalnya perjalanan mereka menyenangkan, penuh semangat untuk menyibak misteri penyihir dari Blair, masuk jauh ke dalam hutan, lalu menemukan pemakaman kuno. Namun semakin Heather dan kawan-kawan masuk lebih dalam ke hutan, ketiganya akan menemukan bahwa mereka sedang “dipermainkan” oleh hutan Burkittsville. Cerita penduduk lokal ternyata memang bukan isapan jempol ataupun dongeng sebelum tidur belaka, sudah terlambat bagi mereka untuk kembali.

PENDAPAT
“The Blair Witch Project” yang dari awal punya kuasa lebih untuk mengurung penonton dalam penasaran, tidak serta merta menyia-nyiakan rasa penasaran yang sudah terbangun dengan susah payah itu. Daniel dan Eduardo punya kejutan-kejutan menarik yang telah disiapkan untuk menambal rasa penasaran kita tentang apakah legenda penyihir itu benar ada, sekaligus meyakinkan Heather dan kawan-kawannya bahwa mereka telah melakukan perjalanan yang bodoh. Namun perjalanan bodoh itu justru menjadi satu-satunya hiburan adrenalin yang seru, sesekali menantang keberanian penonton, ditemani konflik-konflik antara Heather, Michael dan Joshua ketika hutan berhasil membuat keberanian mereka luntur dan semangat mereka patah. Sedangkan penonton sukses “disihir” mengikuti film ini, ketakutan bareng mereka. Dengan bujet kurang dari satu juta dolar, “The Blair Witch Project” kemudian berhasil mengantongi hampir $250 juta, sebuah pencapaian yang luar biasa untuk film horor, yang kemudian disusul oleh “Paranormal Activity”. Kedua film ini memang saling berbagi kesamaan, film horor sederhana yang “pelit” penampakan tapi efektif untuk urusan menakut-nakuti.


Audition (Ôdishon)


SINOPSIS
Shigeharu Aoyama (Ryo Ishibashi), seorang duda paruh baya yang kehilangan istrinya untuk penyakit tujuh tahun sebelumnya, didesak oleh 17-tahun anaknya, Shigehiko (Tetsu Sawaki), untuk memulai kencan perempuan lagi. Shigehiko agak ragu kehidupan cinta ayahnya, tetapi berencana untuk pindah ketika ia selesai sekolah dan tidak ingin ayahnya sendirian. Teman Aoyama dan kolega, Yoshikawa (Jun Kunimura), seorang produser film, merencanakan sebuah rencana untuk mengadakan audisi-pura-pura, yang muda, wanita cantik akan audisi untuk "bagian" dari istri baru Aoyama, di bawah kesan bahwa mereka audisi untuk film baru, namun sebenarnya sehingga Aoyama dapat menikahi salah satu kontestan finalis.

Aoyama segera terpesona oleh Asami Yamazaki (Eihi Shiina), seorang wanita 24 tahun dengan suara lembut dan pendiam, namun percaya diri, laku. Dalam audisi, Asami mengatakan bahwa dia pernah menjadi balerina menuju kebesaran, tetapi harus menyerah menari setelah cedera. Aoyama, masih belum pulih dari kematian istrinya, tertarik pada kedalaman yang tampak emosional.

Yoshikawa memperingatkan kepadanya tentang Asami, mengatakan bahwa ia memiliki firasat buruk tentang dirinya. Tak satu pun dari referensi pada resume-nya mampu dicapai dan sejarah tugasnya adalah gemetar. Para produser musik dia mengaku bekerja telah hilang. Sayangnya, Aoyama begitu terpesona oleh kecantikannya dalam dan luar bahwa ia dibutakan oleh perasaannya untuknya.

Dia tinggal di sebuah apartemen kosong, hanya dilengkapi dengan karung dan telepon. Empat hari setelah audisi, ia duduk diam di tengah-tengah lantai di samping telepon, menunggu untuk itu untuk cincin. Ketika akhirnya tidak, karung lurches seberang ruangan dan membuat suara menggelegak. Dia mengabaikannya saat ia menunggu beberapa cincin sebelum menjawab.

Ketika Asami menjawab telepon, dia mengaku bahwa dia tidak pernah Aoyama berharap dia menelepon. Setelah beberapa kali kencan, dia setuju untuk menemaninya ke sebuah hotel di tepi pantai. Sekali di hotel, Asami memberitahu Aoyama tentang penyalahgunaan dia menderita sebagai seorang anak dan menunjukkan kepadanya bekas luka bakar di tubuhnya. Asami meminta Aoyama untuk mencintai satu-satunya. Aoyama berjanji untuk melakukannya dan mereka bercinta.

Keesokan paginya, Aoyama dibangunkan oleh panggilan telepon, itu adalah meja depan bertanya-tanya apakah, karena temannya pergi, ia juga akan memeriksa. Dia menyadari Asami adalah tempat yang akan ditemukan. Menggunakan resume nya, Aoyama pencarian sia-sia untuknya.

Aoyama mengunjungi studio balet tua di mana Asami mengaku telah dilatih selama 12 tahun. Dia menemukan bahwa studio kini hanya dihuni oleh seorang pria tua yang cacat di kursi roda dengan kaki buatan. Hal ini menunjukkan bahwa manusia menyebabkan bekas luka bakar di kaki Asami itu.

Kemudian ia pergi ke bar di mana Asami digunakan untuk bekerja dan seseorang mengatakan kepadanya bahwa itu telah ditutup selama setahun karena wanita yang bertanggung jawab, istri seorang produser rekaman, ditemukan dipotong-potong. Ketika polisi menempatkan tubuhnya kembali bersama-sama, mereka menemukan 3 jari ekstra, telinga ekstra, dan lidah ekstra.

Asami pergi ke rumah Aoyama selama pencariannya. Sesampai di sana, dia menemukan foto dari istrinya yang sudah meninggal. Marah, dia terpeleset obat penenang dalam minuman dan menyembunyikan. Aoyama pulang, memiliki minuman dan pingsan. Film ini memotong ke urutan tentang masa lalu Asami dan hadir. Dalam salah satu adegan, Isi karung yang diturunkan menjadi seorang pria hilang kedua kaki, lidahnya, satu telinga dan tiga jari pada satu tangan. Ia merangkak keluar dari karung dan memohon untuk makanan. Asami muntah ke dalam piring anjing dan meletakkannya di lantai untuk pria. Pria itu tongkat wajahnya dalam mangkuk muntah, dan lahap mengkonsumsi itu.

Beberapa saat kemudian, Asami kembali ke Aoyama dibius dan lumpuh. Ketika dia masuk ke ruangan, penonton melihat tubuh twisted anjing peliharaan Aoyama. Dia melanjutkan untuk menyuntikkan Aoyama dengan agen yang melumpuhkan tubuhnya, namun tetap waspada saraf. Dia kemudian menyiksa dia dengan jarum di perutnya dan di bawah matanya. Saat dia menyiksanya, ia mengatakan kepadanya bahwa ia adalah seperti orang lain di tidak bisa hanya mencintai dirinya. Dia berbicara tentang bagaimana dia memiliki banyak siapa yang dicintainya dalam hidupnya, terutama anaknya. Dia mengatakan bahwa dia hanya memiliki dia dan bahwa ini tidak dapat diterima, karena kemudian ia tidak akan pernah benar-benar miliknya. Penyiksaan nya dia, dia menjelaskan, adalah untuk mengajarinya arti membutuhkan seseorang. Dia mengatakan kepadanya bahwa, "kata penyebabnya terletak, nyeri dapat dipercaya." Dia kemudian memotong kaki kirinya dengan kawat gergaji.

Sementara Asami mulai memotong kakinya yang lain, dia terkejut oleh putra Aoyama pulang. Dia menyembunyikan dan mempersiapkan untuk menyerangnya. Ia menemukan ayahnya di lantai, ternyata, dan terkejut oleh Asami. Tiba-tiba Aoyama memiliki mimpi bahwa ia bangun dan bahwa peristiwa masa lalu telah mimpi, hanya setelah ia dan Asami telah bercinta untuk pertama kalinya. Dia mengatakan bahwa dia menerima lamaran itu, meskipun dia pernah benar-benar mengusulkan, dan mengatakan bahwa dia adalah pahlawan hidupnya. Dia terbangun dari mimpi ini untuk melihat ayunan anaknya sekitar dan Asami gagal untuk menonaktifkan dirinya. Shigehiko berjalan menaiki tangga untuk melarikan diri dan dia mengikutinya, dia menendang ke bawah tangga, mematahkan lehernya. Aoyama memberitahu anaknya untuk memanggil polisi. Seperti Aoyama terletak kesakitan di lantai, ia terus menatap sosok sekarat Asami di lantai, lehernya rusak dengan cara yang ia menghadap kepadanya. Dia bergumam hal-hal yang dia telah mengatakan kepadanya sebelumnya tentang menunggu panggilan, dan menjadi bersemangat untuk melihat dia lagi. Dia diatasi dengan kesedihan saat ia ingat jawabannya padanya dalam urutan mimpinya tentang penyalahgunaan nya, bahwa "Sulit untuk melupakan ... tapi suatu hari nanti Anda akan merasa ... bahwa hidup ini indah."


PENDAPAT
Audition adalah sebuah thriller-suspens-kontemporer yang tidak semua orang akan dapat menikmatinya. Sangat bergaya Jepang, dengan tempo yang lambat dan banyaknya adegan-adegan sureal yang kelam, serta (yang paling utama) adegan S&M dengan penekanan yang sedikit intens untuk kata ‘sadis’. Bagi mereka yang tidak dapat mentoleransi kekejaman yang berdarah-darah atau berpenyakit jantung, lebih baik menghindari menonton film ini.

Audition adalah film karya Takashi Miike, seseorang yang dapat meningkatkan derajat suatu kebrutalan menjadi karya yang indah. Audition berbeda dengan film-film horror lainnya, karena di dalam film ini tidak terdapat hantu atau monster.

karakter-karakter dalam film ini bermain sangat apik dan intense, jadi tidak ada salahnya jika saya menganggap film ini sebagai salah satu yang terbaik dalam genrenya.

SCREENSHOTS

October Sky



SINOPSIS
berjudul Rocket Boy yang merupakan sebuah cerita nyata tentang kehidupan masa remaja seorang pegawai NASA yang bernama Homer Hickam.

Film ini bermula pada tahun 1970an, pada saat Amerika Serikat sedang menghadapi Uni Sovyet dalam masa Perang Dingin. Di sebuah kota kecil bernama Big Creek hiduplah seorang anak bernama Homer Hickam. Homer hidup di sebuah kota yang hampir seluruh penduduknya bekerja di bidang pertambangan batu bara. Sehingga hampir seluruh anak yang telah lulus SMA bekerja di tambang tersebut. Namun apabila mempunyai bakat di bidang football anda bisa beruntung kalau ada seorang pemandu bakat dari universitas yang menawarkan beasiswa kuliah secara penuh. Akan tetapi Homer tidak dilahirkan dengan bakat seperti itu.
Homer Hickam hanyalah seorang pelajar SMA yang mempunyai seorang ayah yang bekerja sebagai supervisor di pertambangan tersebut. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Dan abangya lebih beruntung dari dia, karena abangnya dianugerahi bakat di bidang football. Kehidupan Homer bersama ayahnya, John Hickam sangat tidak akrab. Selain mencintai pekerjaannya, John seperti lebih mencintai Jim abangnya Homer yang lebih bertalenta dari pada Homer.

Suatu saat kehidupan Homer berubah ketika dia melihat roket pertama Amerika Serikat, Sputnik yang terbang melintas di langit. Pada saat itu dia mempunyai ketertarikan terhadap roket. Bersama temannya Roy Lee dan O’Dell dia mencoba membuat roket. Akan tetapi percobaan pertama ini meledakkan pagar rumahnya. Homer tidak menyerah sampai di situ saja, dia rela merendahkan dirinya di depan teman-teman SMA dengan berteman dengan Quentin, seorang siswa yang terkenal aneh (lebih tepatnya pintar) di SMAnya.

Quentin punya kecerdasan ekstra dalam bidang matematika, sebuah mata pelajaran yang tidak terlalu disukai oleh Homer. Awalnya percobaan roket mereka belum berhasil, bahkan hampir mencelakakan pekerja-pekerja di pertambangan. Akan tetapi dengan semangat pantang menyerah mereka membuat roket-roket berikutnya.


PENDAPAT
Pasang-surut kehidupan meraih mimpi Homer Hickam diceritakan di dalam film yang berdurasi hampir 2 jam ini. Walaupun peran yang dimainkan oleh Jake Gaylenhaal di sini sebagai Homer Hickam tidak terlalu menonjol, akan tetapi di sini kita dapat melihat fakta bahwa Jake jarang memainkan film-film jelek. October Sky adalah sebuah film biopik yang mampu memberikan semangat kepada para penontonnya.


The Matrix


SINOPSIS

Film drama sci-fi ini mengisahkan tentang peristiwa dan permasalahan di masa datang. Kejahatan kriminal komputer atau biasa disebut komputer hacker ini dilakukan oleh seorang pemuda bernama Neo yang diperankan oleh Keanu Reeve.

Di film ini, kita akan melihat kecanggihan dari efek special komputer, misalkan saja ketika terjadi baku tembak, gerakan peluru yang ditembakkan terlihat dengan jelas karena dilakukan dengan slow motion. Pun demikian teknik aksi dan atraksi ditampilkan dengan gaya lambat sehingga berbeda dari film sebelumnya.

Cerita berawal dari seorang pemuda bernama Neo (Keanu Reeves) selaku pelaku komputer hacker, tenyata melewati kehidupannya sehari-hari dilakukan seperti manusia normal lainnya. Neo beranggapan bahwa kehidupan di planet bumi ini tak lain hanya suatu bagian muka gedung yang rumit yang diciptakan oleh suatu mesin tercanggih yang dinamakan Cyber Intlligence berhati dengki.

Kenyataanya, setelah 200 tahun kemudian, dunia dirusak oleh sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab dan diambil alih oleh komputer yang memiliki intelgensi tinggi. Bahkan komputer canggih ini telah menciptakan kehidupan abad 20 yang dinamakan Matrix untuk menjajah manusia. Disisi lain, mesin canggih lainnya AI yang dibuat dari manusia ini diciptakan untuk melawan dan menyeimbangi kehebatan Matrix.

Sementara itu, Anderson (Keanu Reeves) sebagai agent menerima format manusia ditugaskan untuk menyusup ke Matrix dan salah satu agent yang sanggup untuk memimpin manusia dan menghancurkan mesin kejahatan akan menciptakan kembali bumi yang damai dan sejahtera.


American Pie



SINOPSIS
Jim, Oz, Finch dan Kevin adalah empat sekawan, mereka membuat suatu perjanjian yakni sebelum mereka lulus, mereka semua harus menghilangkan keperjakaan mereka. Pekerjaan yang sulit sekarang adalah bagaimana cara mencapai tujuan tersebut dengan pesta malam. Sementara Oz mulai bernyanyi untuk menarik perhatian dan Kevin mencoba membujuk pacarnya, Finch mencoba setiap jalan yang mudah untuk menyebarkan berbagai rumor dan Jim gagal total. Apakah mereka berempat akan mencapai tujuannya? ataukah mereka akan belajar sesuatu yang jauh berbeda.




American Beauty



SINOPSIS
American Beauty adalah debut dari sutradara Sam Mendes yang nantinya akan menghasilkan beberapa film sukses termasuk sebuah drama keluara depresif yang mempertemukan kembali Leonardo DiCaprio dengan Kate Winslet dalam Revolutionary Road dan juga film Bond ke 23 yang akan rilis tahun 2012 ini, Skyfall. American Beauty tidak hanya merupakan debut Sam Mendes tapi juga filmnya yang paling sukses baik itu dari segi komersial maupun kualitas. Disamping pemasukan yang melewati angka $350 Juta, film ini juga berhasil meraih delapan nominasi Oscar dan memenangkan lima diantaranya termasuk Best Picture dan Best Director untuk Sam Mendes. Meskipun mengandung kata Beauty didalamnya, tapi film ini sama sekali tidak bercerita tentang keindahan, karena yang disoroti sepanjang film adalah hal-hal yang menjurus kearah disfungsi dan depresif. Tapi bukan berarti walaupun kisahnya tidak indah membuat American Beauty juga tidak menjadi film yang indah dan cantik, karena yang saya saksikan justru sebuah sisi gelap yang mampu dihadirkan dalam medium yang begitu indah.

Ceritanya adalah mengenai Lester Burnham (Kevin Spacey) seorang pria paruh baya yang bekerja sebagai penulis di sebuah majalah yang kehidupannya tidak bahagia. Lester merasa dirinya adalah seorang pecundang yang tidak bisa menjadi seorang ayah dan suami yang baik. Pada kenyataannya kehiduoan lester memang terasa menyedihkan. Tindak tanduknya terlihat kikuk, terancam dipecat dari pekerjaannya dan juga sering masturbasi saat sedang mandi walaupun ia sudah menikah. Disisi lain sang istri Carolyn Burnham (Annette Bening) adalah seorang pengusaha real-estate yang sangat ambisius dan begitu mementingkan pekerjaannya. Sepasang suami istri inipun pada akhirnya sudah tidak lagi terlihat sebagai pasangan suami-istri. Pernikahan mereka kini sudah hanya sebatas status dan nyaris tidak ada lagi romansa diantara mereka. Hal itu juga yang akhirnya mempengaruhi pribadi puteri tunggal mereka, Jane (Thora Birch) yang sama sekali tidak dekat dengan kedua orang tuanya bahkan cenderung membenci mereka. Keluarga ini benar-benar merupakan gambaran sebuah disfungsi keluarga tingkat akut dimana sudah tidak ada lagi keintiman antara mereka. Sampai suatu saat masing-masing dari mereka mulai menyadari apa yang kosong dalam kehidupan mereka dan mulai menemukan pengisi dari kekosongan tersebut.

PENDAPAT

Seperti yang saya tuliskan diatas, American Beauty adalah sebuah film yang sebenarnya begitu kelam namun mampu terlihat indah. Keindahan pertama terpampang jelas dari sinematografinya yang seringkali menampilkan warna merah menyala dan mawar merah bertebaran yang tentunya tidak hanya menawarkan keindahan visual namun juga sebagai simbol yang berkaitan dengan apa yang disampaikan oleh film ini seperti misalnya untuk menampilkan hasrat yang menggebu dari Lester ataupun simbolis dari sebuah kecantikan. Selain berasal dari visualnya, apa yang membuat film ini indah juga adalah kisahnya. Sam Mendes mampu menampilkan sebuah disfungsi keluarga dan problema kehidupan yang dialami oleh para tokohnya dengan begitu kelam namun juga penuh ironi. Apa yang membuat film ini tidak sepenuhnya terasa depresif adalah karena adanya berbagai sentuhan humor didalamnya. Tentu saja humor tersebut tidak akan membuat penontonnya tertawa tapi dengan humor tersebut kita justru makin dibuat merasakan kemelut serta kepahitan yang ada dan ironi yang tersebar dalam setiap balutan kisahnya. Sepertinya memasukkan ironi kedalam sebuah kisah kelam justru akan membuatnya menjadi sebuah kegelapan yang menawan seperti film ini.

Lalu sebenarnya apa yang coba dikemukakan oleh American Beauty? Pada dasarnya film ini berjalan dengan sederhana, namun ternyata ada banyak interpretasi terkait apa yang coba disampaikan oleh naskah yang ditulis Alan Ball ini. Semua itu dikarenakan cerita dalam film ini memang mengandung berbagai isu-isu yang semuanya bermuara kepada sebuah hal yang bernama disfungsi sosial dan keluarga pada khususnya. Lalu apa saja sebenarnya yang terkandung dalam film ini? Pertama yang saya lihat adalah sebuah pencarian dalam kehidupan. Pencarian disini bisa berarti mencari jati diri, mencari makna hidup sampai mencari kebebasan. Mungkin semua itu terdapat pada diri Lester yang memang pada awalnya pasrah saja "terpenjara" dalam kehidupannya sebagai pecundang, namun saat dia mencoba memberontak dari hal itu berbagai pencarian mulai ia lakukan. Begitu juga dengan yang terjadi pada Jane setelah dia mulai bertemu dengan Ricky (Wes Bentley). Berbagai hal mengenai kehidupan seksual juga dikupas disini. Bagaimana pasangan Lester dan Carolyn yang sudah lama tidak berhubunan seksual, lalu berujung pada pelampiasan seksual mereka masing-masing. Kemudian jika kita berpaling kepada karakter Jane, maka selain pencarian jati diri tema konformitas akan sangat terasa. Bagaimana ia awalnya terlihat sebagai orang yang sepaham dan setipe dengan Angela (Mena Suvari) tapi kemudian kita tahu bahwa itu bukanlah kata hati Jane. Selain itu masih banyak lagi yang terkandung dalam film ini dan akan terlalu banyak jika harus semuanya dituliskan disini.

Tapi tentunya film ini tidak akan terasa begitu kuat tanpa penampilan gemilang dari para pemainnya. Semua yang bermain dalam American Beauty sebenarnya tampil bagus, termasuk Annette Bening yang mendapat noninasi Best Actress di Oscar meski akhirnya kalah dari Hilary Swank tapi penampilannya sebagai seorang istri yang tengah menderita kegundahan menyangkut kondisi keluarga dan obsesinya terhadap pekerjaannya terllihat luar biasa. Tapi bagi saya bintang terbaik dari film ini adalah Kevin Spacey yang pada akhirnya berhasil memenangkan Best Actor Oscar. Berbagai jenis momen mampu dilakoni Spacey dengan begitu baik, mulai dari momen dengan dialog panjang hingga momen diam yang hanya terlihat dari tatapan matanya saja. Saya langsung tahu bahwa Lester adalah orang dengan kondisi yang begitu ruwet saat melihat emosinya meletup-letup, saat melihatnya tersenyum, menyeringai pada Angela. Tentunya highlight bagi Spacey adalah momen makan malam (yang mana juga merupakan highlight bagi Annette Bening) dimana pada adegan itu ia melakukan sebuah improvisasi yang terkesan begitu natural dan tentu saja berdampak pada reaksi lawan mainnya yang juga natural. Begitulah pada akhirnya dimana Kevin Spacey melengkapi kepingan puzzle yang membuat American Beauty menjadi sebuah drama yang powerful.

007 James Bond The World Is Not Enough


SINOPSIS

Pada intinya, film yang hasil karya sutradara Michael Apted pada tahun 1999 ini sebenarnya berkisah tentang pembalasan dendam yang berhubungan dengan masalah pribadi bos James Bond, kepala MI6 yaitu M (Judi Dench). Kisah film ini dimulai ketika sebuah bom meledak di markas MI6. Bom tersebut membunuh raja minyak Sir Robert King (David Calder) yang sedang berada di markas tersebut untuk mengambil kembali uang tebusan putrinya yang belum sempat dibayarkan kepada penculik. Rupanya sebelum uang tebusan dibayar, Elektra King (Sophie Marceau), putri Sir Robert, berhasil melarikan diri dari tangan penculiknya, yaitu teroris yang sangat ditakuti, Renard (Robert Carlyle) yang juga dikenal dengan nama The Anarchist.

Tewasnya Sir Robert yang merupakan sahabat karib M membuat sang bos MI6 marah dan sedih. Namun M juga merasa khawatir bahwa pembunuh Sir Robert pun mengincar Elektra sehingga iapun menugaskan Bond untuk melindungi putri Sir Robert itu. Bond langsung terbang ke Baku, Azerbaijan tempat proyek ambisius Sir Robert yaitu pembangunan pipa minyak yang melintasi dari Asia Barat ke Istanbul, Turki agar dunia Barat bisa menikmati surplus minyak untuk seratus tahun lagi. Di sanalah, Elektra langsung mengawasi proyek tersebut setelah kematian Sir Robert. Ketika Bond memperingatkan bahwa pembunuh Sir Robert akan mengincar Elektra, gadis tersebut malah menganggap sepi dan tidak takut ancaman tersebut.

Sementara itu, Bond berhasil memastikan bahwa pembunuh Sir Robert adalah Renard yang dulu menculik Elektra. Tidak hanya itu, Renard pun tampak berniat membunuh Elektra Setelah menyadari dirinya benar-benar dalam bahaya, Elektra segera menerima tawaran perlindungan Agen 007. Namun Bond malah diam-diam menaruh rasa curiga kepada Elektra yang diduganya mengidap "Stockholm Syndrome", yaitu simpati atau cinta korban terhadap penculiknya. Bond pun menduga kaburnya Elektra dari Renard dalam penculikannya dan juga usaha pembunuhan itu hanyalah merupakan tipuan belaka, sedangkan Elektra sebenarnya masih berhubungan dengan Renard. Namun karena belum ada bukti, Bond berusaha menyelidiki lebih jauh.

Setelah menyadari bahwa Elektra sebenarnya tidak dalam bahaya, maka Bond berusaha menemukan motif Renard sebenarnya. Apalagi Renard ditenggarai hendak mencuri sebuah senjata nuklir dari bekas instalasi militer Rusia yang sedang dibongkar. Bond segera menuju ke tempat instalasi itu untuk mencegah pencurian senjata nuklir itu, namun gagal. Dengan bantuan ilmuwan nuklir yang mempimpin pembongkaran instalasi, Dr. Christmas Jones (Denise Richards), Bond berusaha menghentikan Renard yang hendak menggunakan senjata itu yang belum diketahui apa tujuannya. Sementara itu, M yang tidak menyangka jelek terhadap Elektra, pun jatuh ke perangkap buatan gadis tersebut yang ternyata menaruh dendam kepada bos MI6 itu

SCREENSHOTS


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. FILM AND GAMES "KUBU RAYET" - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger