Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label documentary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label documentary. Tampilkan semua postingan

Haha Mong Show




SINOPSIS
Haha Mong Show mereka selaing berbagi pengalaman dan berbicara jujur tentang hubungan mereka. mereka juga berbicara hal lucu sehingga para penonton ikut tertawa.


Global Metal


SINOPSIS
GLOBAL METAL mengungkapkan sebuah komunitas di seluruh dunia metalheads yang tidak hanya menyerap GENRE HEAVY METAL dari Barat - mereka mengubahnya - menciptakan bentuk baru ekspresi budaya dalam masyarakat yang didominasi oleh konflik, korupsi dan massa-konsumerisme.

SCREENSHOTS
 http://wiki.jlpzj.net/w/images/2/2e/Global_Metal_screen0.jpg

Gie



Gie (2005) adalah sebuah film garapan sutradara Riri Riza. Gie mengisahkan seorang tokoh bernama Soe Hok Gie, mahasiswa Universitas Indonesia yang lebih dikenal sebagai demonstran dan pecinta alam.

Film ini diangkat dari buku Catatan Seorang Demonstran karya Gie sendiri, namun ditambahkan beberapa tokoh fiktif agar ceritanya lebih dramatis. Menurut Riri Riza, hingga Desember 2005, 350.000 orang telah menonton film ini. Pada Festival Film Indonesia 2005, Gie memenangkan tiga penghargaan, masing-masing dalam kategori Film Terbaik, Aktor Terbaik (Nicholas Saputra), dan Penata Sinematografi Terbaik (Yudi Datau).


SINOPSIS
Soe Hok Gie dibesarkan di sebuah keluarga keturunan Tionghoa yang tidak begitu kaya dan berdomisili di Jakarta. Sejak remaja, Hok Gie sudah mengembangkan minat terhadap konsep-konsep idealis yang dipaparkan oleh intelek-intelek kelas dunia. Semangat pejuangnya, setiakawannya, dan hatinya yang dipenuhi kepedulian sejati akan orang lain dan tanah airnya membaur di dalam diri Hok Gie kecil dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang tidak toleran terhadap ketidakadilan dan mengimpikan Indonesia yang didasari oleh keadilan dan kebenaran yang murni. Semangat ini sering salah dimengerti orang lain. Bahkan sahabat-sahabat Hok Gie, Tan Tjin Han dan Herman Lantang bertanya "Untuk apa semua perlawanan ini?". Pertanyaan ini dengan kalem dijawab Soe dengan penjelasan akan kesadarannya bahwa untuk memperoleh kemerdekaan sejati dan hak-hak yang dijunjung sebagaimana mestinya, ada harga yang harus dibayar, dan memberontaklah caranya. Semboyan Soe Hok Gie yang mengesankan berbunyi, "Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."

Masa remaja dan kuliah Hok Gie dijalani di bawah rezim pelopor kemerdekaan Indonesia Bung Karno, yang ditandai dengan konflik antara militer dengan PKI. Soe dan teman-temannya bersikeras bahwa mereka tidak memihak golongan manapun. Meskipun Hok Gie menghormati Sukarno sebagai founding father negara Indonesia, Hok Gie begitu membenci pemerintahan Sukarno yang diktator dan menyebabkan hak rakyat yang miskin terinjak-injak. Hok Gie tahu banyak tentang ketidakadilan sosial, penyalahgunaan kedaulatan, dan korupsi di bawah pemerintahan Sukarno, dan dengan tegas bersuara menulis kritikan-kritikan yang tajam di media. Soe juga sangat membenci bagaimana banyak mahasiswa berkedudukan senat janji-janji manisnya hanya omong kosong belaka yang mengedoki usaha mereka memperalat situasi politik untuk memperoleh keuntungan pribadi. Penentangan ini memenangkan banyak simpati bagi Hok Gie, tetapi juga memprovokasikan banyak musuh. Banyak interest group berusaha melobi Soe untuk mendukung kampanyenya, sementara musuh-musuh Hok Gie bersemangat menggunakan setiap kesempatan untuk mengintimidasi dirinya.

Tan Tjin Han, teman kecil Hok Gie, sudah lama mengagumi keuletan dan keberanian Soe Hok Gie, namun dirinya sendiri tidak memiliki semangat pejuang yang sama. Dalam usia berkepala dua, kedua lelaki dipertemukan kembali meski hanya sebentar. Hok Gie menemukan bahwa Tan telah terlibat PKI tetapi tidak tahu konsekuensi apa yang sebenarnya menantinya. Hok Gie mendesak Tan untuk menanggalkan segala ikatan dengan PKI dan bersembunyi, tetapi Tan tidak menerima desakan tersebut.

Hok Gie dan teman-temannya menghabiskan waktu luang mereka naik gunung dan menikmati alam Indonesia yang asri dengan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UI. Selain itu, mereka juga gemar menonton dan menganalisa film, menikmati kesenian-kesenian tradisional, dan menghadiri pesta-pesta.

Film ini menggambarkan petualangan Soe Hok Gie mencapai tujuannya untuk menggulingkan rezim Sukarno, dan perubahan-perubahan dalam hidupnya setelah tujuan ini tercapai.




PENGHARGAAN

Piala Citra FFI 2005

  • Piala Citra - Film Bioskop Terbaik
  • Piala Citra - Pemeran Utama Pria Terbaik (Nicholas Saputra)
  • Piala Citra - Pengarah Sinematografi Terbaik
    • Nominasi Piala Citra - Sutradara
    • Nominasi Piala Citra - Pemeran Pembantu Pria (Lukman Sardi)
    • Nominasi Piala Citra - Pemeran Pembantu Wanita (Wulan Guritno)
    • Nominasi Piala Citra - Skenario
    • Nominasi Piala Citra - Tata Artistik
    • Nominasi Piala Citra - Penyunting Gambar
    • Nominasi Piala Citra - Tata Suara
    • Nominasi Piala Citra - Tata Musik



SCREENSHOTS


The Cove


SINOPSIS

The cove  ini menceritakan tetang pemburuan atau lebih tepatnya pembataian lumba-lumba di Teluk Taiji,Jepang. Dulu ada seseorang yang mengetahui adanya pembataian itu pun, dan merencanakan sebuah misi untuk mencegah pembataian lumba-lumba secara illegal itu..
Jepang adalah tujuan mereka. Di jepang itulah mereka memulai untuk menjalankan misi-misi yang telah direncanakan. Tetapi, misi-misi tersebut mendapat kendala karena, pihak nelayan yang memburu lumba-lumba illegal terutama pihak keamanan yang menjaga proses pembantaian lumba-lumba itu melarang..

Pada akhirnya, karena mereka tak di perbolehkan membawa kamera ke tempat proyek illegal itu. Mereka berencana untuk membuat kamera tersembunyi yang akan mereka samarkan sebagai batu dan dengan rencana ini, Proses penangkapan lumba-lumba itu dilakukan sangat kejam. Para nelayan Jepang itu menaruh jaring raksasa di teluk tersebut agar para lumba-lumba terperangkap. Lumba-lumba yang terperangkap itu pun langsung di tusuk oleh tombak-tombak agar lumba-lumba tersebuh melemah dan mudah diangkat ke kapal. lumba-lumba yang telah di bunuh itu pun dijual ke beberapa negara termasuk Jepang.

PENDAPAT
Inilah sedikit sinopsis dari saya tentang film dokumenter yang berjudul The Cove. Film ini sangat berkesan bagi saya, mulai dari tema yang mereka ambil sebagai bahan penilitian.


Jackass The Movie



SINOPSIS

Jackass: The Movie adalah sebuah film komedi yang bergenre acara realitas yang disutradarai oleh Jeff Tremaine. Film ini diperankan oleh pemeran-pemeran pada seri-seri Jackass yang ditayangkan oleh MTV.


Jackass 3D



SINOPSIS

Berawal dari serial yang diputar di jaringan televisi MTV antara tahun 2000 sampai 2002, tiga versi layar lebar telah dibuat dan kini, Johnny Knoxville bersama timnya telah siap mengguncang gedung bioskop dengan ulah gila mereka. Berbeda dari biasanya, kali ini JACKASS akan dibuat di sebuah lokasi. Bukan di jalanan seperti biasanya.


Jackass 3.5


SINOPSIS

Karena terlalu banyak tidak pernah cukup! Johnny Knoxville dan anak laki-laki berada di lagi dengan jackass 3.5, sebuah kompilasi dari puluhan episode menampilkan semua-baru rekaman dari idiot Anda telah datang untuk takut dan cinta. Sarat dengan tidak pernah dilihat sebelumnya, pranks stunts dan kebodohan, ini siput episodik termasuk kejenakaan seperti Steve-O terserah pertemuan dekat dan sangat pribadi dengan kura-kura patah, Chris Pontius dan luar biasa kayunya cotok, perjalanan roket bertenaga ke Uranus dengan Bam Margera, dan prank sukses yang akhirnya menarik Johnny Knoxville.


SCREENSHOTS

Jackass 2.5



SINOPSIS
Para kru sekarang berangkat untuk menyelesaikan apa yang tersisa dari Jackass 2.0, dan versi ini mereka memiliki Wee Man menggunakan senjata 'kencing' pada diri mereka sendiri, memiliki motor pertengkaran sepeda mini di mal kelontong, tes sperma, yang gemuk anggota kru menyamar sebagai king Kong, serta mencakup tiga episode petualangan lucu mereka di India, yaitu minum bir off Shridhar Chillai yang beberapa meter kuku panjang, memiliki salah satu kebohongan kru di tempat tidur kuku dengan dua ular - satu di nya dada dan satu di antara kaki, serta gajah dihiasi di latar belakang, dan akhirnya memiliki setengah telanjang India Sadhu minum salah satu dari urine para kru.

SCREENSHOTS

Inside Job



Inside Job adalah sebuah film dokumenter 2010 tentang krisis keuangan akhir 2000-an yang disutradarai Charles H. Ferguson. Menurut Ferguson, film ini bercerita tentang "korupsi sistematis di Amerika Serikat oleh industri jasa keuangan dan konsekuensi dari korupsi sistematis tersebut."[3] Dalam lima bagian, film ini mengeksplorasi bagaimana perubahan lingkungan kebijakan dan praktik bank turut membantu menciptakan krisis keuangan. Inside Job banyak dipuji pengkritik film yang memuji alur, penelitian, dan pemaparan bahan yang rumit ini.

Film ini diputar di Festival Film Cannes 2010 pada bulan Mei dan memenangkan Academy Award for Best Documentary Feature tahun 2010.

SINOPSIS

Dokumenter ini terbagi menjadi lima bagian. Film dimulai dengan keadaan bagaimana Islandia mengalami deregulasi besar-besaran pada tahun 2000 dan bank-banknya diswastanisasikan. Ketika Lehman Brothers bangkrut dan AIG kolaps pada 15 September 2008, Islandia dan seluruh dunia mengalami resesi global.

Part I: How We Got Here
Industri keuangan Amerika diregulasikan sejak 1940 hingga 1980, diikuti oleh periode deregulasi yang panjang. Pada akhir 1980-an, krisis simpan pinjam membebani para pembayar pajak sekitar $124 miliar. Pada akhir 1990-an, sektor keuangan berkonsolidasi menjadi beberapa firma raksasa. Pada tahun 2001, Gelembung Saham Internet pecah karena bank-bank investasi mempromosikan perusahaan Internet yang mereka tahu akan gagal, sehingga investor kehilangan $5 triliun. Pada periode 1990-an, derivatif menjadi populer dalam industri ini dan mulai menambahkan ketidakstabilan. Upaya untuk meregulasikan derivatif ditolak oleh Undang-Undang Modernisasi Masa Depan Komoditas 2000 yang didukung beberapa pejabat penting. Pada periode 2000-an, industri ini didominasi oleh lima bank investasi (Goldman Sachs, Morgan Stanley, Lehman Brothers, Merrill Lynch, dan Bear Stearns), dua konglomerat finansial (Citigroup, JPMorgan Chase), tiga perusahaan asuransi tersekuritisasi (AIG, MBIA, AMBAC) dan tiga lembaga penilaian (Moody's, Standard & Poors, Fitch). Bank-bank investasi memaketkan hipotek dengan pinjaman dan utang lain menjadi obligasi utang terjamin (CDO), yang mereka jual kepada investor. Lembaga penilaian memberikan penilaian AAA untuk banyak CDO. Pinjaman subprima mendorong terjadinya pemberian pinjaman predator. Banyak pemilik rumah diberi pinjaman yang tidak pernah bisa mereka lunasi.

Part II: The Bubble (2001-2007)
Selama ledakan perumahan, rasio uang yang dipinjam bank investasi dibandingkan aset bank tersebut mencapai tingkat yang luar biasa. Pertukaran gagal bayar kredit (CDS) berkaitan dengan suatu kebijakan asuransi. Spekulator dapat membeli CDO untuk bertaruh melawan CDO yang tidak mereka miliki. Beberapa CDO didukung oleh hipotek subprima. Goldman-Sachs menjual banyak CDO senilai lebih dari $3 miliar pada pertangahan pertama 2006. Goldman juga bertaruh melawan CDO bernilai rendah sambil mengatakan kepada investor bahwa CDO tersebut bernilai tinggi. Tiga lembaga penilaian terbesar turut memperburuk masalah ini. Jumlah instrumen bernilai AAA meroket dari belasan atau puluhan pada tahun 2000 menjadi 4.000 pada tahun 2006.

Part III: The Crisis
Pasar untuk CDO kolaps dan bank investasi ditinggalkan dengan ratusan miliar dolar dalam bentuk pinjaman, CDO dan real estat yang tidak dapat mereka kembalikan. Resesi Besar dimulai bulan November 2007, dan pada Maret 2008, Bear Stearns kehabisan uang. Pada bulan September, pemerintah federal mengambil alih Fannie Mae dan Freddie Mac, yang terancam kolaps. Dua hari kemudian, Lehman Brothers kolaps. Entitas-entitas tersebut memiliki penilaian AA atau AAA beberapa hari sebelum ditalang. Merrill Lynch, yang saat itu di ujung kebangkrutan, diambil alih Bank of America. Henry Paulson dan Timothy Geithner memutuskan agar Lehman dibiarkan bangkrut, yang mengakibatkan jatuhnya pasar kertas komersial. Pada tanggal 17 September, AIG yang insolven diambil alih oleh pemerintah. Keesokan harinya, Paulson dan ketua Fed Ben Bernanke meminta Kongres untuk menalang bank-bank bermasalah senilai $700 miliar. Sistem keuangan global menjadi lumpuh. Pada tanggal 3 Oktober 2008, Presiden Bush menandatangani Troubled Asset Relief Program, namun pasar saham global terus jatuh. Pemecatan dan penutupan awal berlanjut dengan tingkat pengangguran naik hingga 10% di A.S. dan Uni Eropa. Pada Desember 2008, GM dan Chrysler juga menghadapi kebangkrutan. Penutupan awal di A.S. mencapai tingkat yang luar biasa.

Part IV: Accountability
Eksekutif-eksekutif perusahaan insolven kabur dengan kekayaan pribadinya. Mereka telah menunjuk dewan direkturnya, yang membagi-bagikan bonus senilai miliaran dolar setelah ditalang pemerintah. Bank-bank besar semakin kuat dan menggandakan upaya anti-reformasi. Para ekonom akademik selama beberapa dekade menyuarakan deregulasi dan membantu membentuk kebijakan A.S. Mereka masih menentang reformasi setelah krisis 2008. Sejumlah firma konsultasi yang terlibat adalah Analysis Group, Charles River Associates, Compass Lexecon, dan Law and Economics Consulting Group (LECG).

Part V: Where We Are Now
Puluhan ribu pekerja pabrik di A.S. dirumahkan. Reformasi keuangan administrasi Obama yang baru masih lemah, dan belum ada regulasi yang diajukan mengenai praktik lembaga penilaian, pelobi, dan kompensasi eksekutif. Geithner menjadi Menteri Keuangan. Feldstein, Tyson dan Summers menjadi penasihat ekonomi tertinggi untuk Obama. Bernanke ditunjuk kembali sebagai Ketua Fed. Negara-negara Eropa menegakkan regulasi ketat mengenai kompensasi bank, namun A.S. tidak melakukannya.


An Inconvenient Truth



SINOPSIS
“Merupakan sebuah film documenter  tentang Pemanasan Global, dan sebagai alarm yang dimana penafsiran para ilmuwan tentang keadaan bumi kita yang sedang mengalami masalah yang cukup serius tentang ancaman yang akan terjadi apabila kita tidak segera bertindak, merupakan sebuah bom waktu yang akan meledak apabila kita tidak cepat mencegahnya,dan juga merupakan sebuah film sarat akan moral dan sindiran social karna ketidakpedulian kita terhadap lingkungan.”


REVIEW
An Inconvenient Truth adalah sebuah film dokumenter tentang pemanasan global. Yang di bintangi oleh seorang actor yaitu “Al Gore“. Dan  film ini juga menceritakan sisi lain dari Al Gore, Seorang senator di America. Film ini mencetak rekor pendapatan pada hari pertama untuk sebuah film documenter. Dan meraih penghargaan nobel perdamaian, Film ini berisi sebuah presentasi yang mencakup sejarah bumi, kondisi sekarang, dan diproyeksikan di masa mendatang dalam hal iklim. Gore mengusulkan fakta fakta setelah, grafik setelah bagan, dan gambar demi gambar yang mengejutkan pikiran dan membujuk para penonton untuk "menjadi bagian dari solusi." presentasi seperti powerpoint, animasi, dan aksi presenter yang sungguh luar biasa. Untuk sebuah presentasi sekitar 100 menit kepada para audience.

            Al  Gore mempresentasikan data bagaimana bumi ini makin ‘panas’ karena efek rumah kaca  dan Al Gore juga menunjukkan foto terkenal "Earthrise," diambil dari ruang angkasa oleh astronot Amerika pertama.. Lalu ia menunjukkan serangkaian foto-foto ruang kemudian, jelas menunjukkan bahwa gletser dan danau yang menyusut, salju yang mencair, Garis pantai yang mundur. Banyaknya polusi menyebabkan banyak sinar infra merah yang seharusnya dipantulkan ke luar angkasa ditahan oleh bumi, akibatnya bumi semakin panas dan sedikit demi sedikit melelehkan gumpalan es di Kutub, Al Gore dengan berani memaparkan contoh nyata seperti salju di Kilimanjaro dan glacier-glacier di seluruh dunia mencair,dan tentang  badai Katrina, rata-rata suhu yang panas di berbagai kota di dunia, bencana kekeringan, penipisan es di Artik, serta luas daratan yang berkurang jika es di Antartika atau Greenland mencair dan apabila Greenland mencair pasti akan membanjiri kota-kota di dunia seperti Beijing, Shanghai, sampai Washington DC.

Gore menunjukkan data bahwa 10 terpanas tahun dalam sejarah berada di dalam 14 tahun terakhir. Tahun lalu Amerika Selatan pertama mengalami angin topan. Badai Katrina melewati Florida, dua kali lipat kembali ke Teluk, mengambil kekuatan dari perairan Teluk yang hangat luar biasa, dan pergi dari Kategori 3 sampai kategori 5Ada perubahan di Teluk jet Streaming dan sungai.. Inti es kutub menunjukkan bahwa karbon dioksida jauh, jauh lebih tinggi daripada sebelumnya dalam seperempat juta tahun Hal ini pernah berpikir bahwa hal-hal seperti berjalan dalam siklus. Gore berdiri di depan sebuah grafik yang menunjukkan naik turunnya karbon dioksida selama berabad-abad, ada pola siklus. Kemudian, dalam beberapa tahun terakhir, grafik muncul dan terus naik, lebih tinggi dan lebih tinggi, dari grafik.

penyebab pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil.. Kami mengambil energi yang tersimpan selama ratusan juta tahun dalam bentuk batubara, gas dan minyak, dan melepaskannya tiba-tiba.. Hal ini menyebabkan pemanasan global, dan ada efek sepanjang sandi. Sejak gletser dan salju memantulkan sinar matahari tetapi menyerap air laut itu, semakin banyak es mencair, semakin banyak energi matahari yang disimpan oleh laut.

Dalam beberapa kesempatan, Gore juga menceritakan kehidupan pribadinya, bagaimana hal-hal yang terjadi pada kehidupannya membuat beliau menjadi seorang pejuang lingkungan. Dan dalam film ini Gore juga memperlihatkan tentang anaknya yang kecelakaan dan ayahnya yang meninggal karna kanker paru-paru, Pertama kali Gore mengetahui pemanasan global adalah dari Roger Revelle, pengajarnya sewaktu kuliah dan salah satu orang yang pertama kali mempelajari pemanasan global. Gore juga menceritakan rasa frustasinya ketika menghadapi senat Amerika Serikat, sebelumnya dia yakin jika kongres akan sama-sama terkejut jika mengetahui fakta pemanasan global, tetapi kenyataannya tidak sama sekali. Dan setelah kekalahan tipisnya dari George W. Bush pada pemilu Amerika Serikat, Gore memilih untuk pergi dari kota ke kota keliling dunia untuk membicarakan isu lingkungan.

Kemudian Gore juga memberitakan kasus Philip Cooney tahun 2003. Waktu itu Cooney yang menjabat sebagai staff Gedung Putih tentang lingkungan menerima memo dari EPA tentang pemanasan global. Bukannya memberitakan memo tersebut apa adanya, dia memodifikasinya sehingga artinya berbeda. Insiden ini kemudian diketahui oleh New York Times. Cooney kemudian mengundurkan diri dan beberapa hari kemudian langsung bekerja untuk Exxon-Mobil.

Alasan klasik pemerintah Amerika Serikat dalam isu lingkungan adalah bahwa memperhatikan lingkungan akan mempengaruhi perekonomian. Al Gore menanggapi isu ini dengan menggunakan analogi bumi dan emas. Mana yang harus kita pilih jika disuruh untuk memilih: emas atau bumi? Emas tidak berarti jika kita tidak memiliki bumi.

Dan Al Gore juga menyatakan bahwa kita bisa meralat kesalahan kita dan bersama-sama ‘menyembuhkan’ dunia ini kembali. Bukan tugas yang mudah mungkin - tetapi seperti kata Gore “Ada begitu banyak hal selain teroris yang layak mendapatkan perhatian kita di dunia“. Dan mulai peduli terhadap keadaan sekitar lingkungan untuk generasi yang akan datang, Beralih dan mendorong pengembangan sumber energi alternatif: Solar, angin, pasang surut, dan, nuklir. Bergerak cepat ke arah mobil-mobil hybrid dan listrik dan harus menghemat energy di rumah.

Film documenter ini mengandung pesan kepada kita semua agar kita menjaga kestabilan bumi yang kita tinggali sekarang, dan lebih peduli akan keadaan lingkungan karna kelangsungan bumi kita tergantung oleh kita semua. Dan dengan ditayangkan film ini marilah kita mulai bersama-sama untuk mengurangi emisi dan senantiasa menjaga kelestarian alam sekitar untuk kelangsungan hidup kita dan anak-anak kita.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. FILM AND GAMES "KUBU RAYET" - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger